Fringe

Fringe adalah serial sains fiksi yang diputar di Fox channel. Ingat The X Files yang dulu sempat tayang di Indonesia? Nah, serial tersebut bisa dikatakan sebagai sesuatu yang hampir sama. Hanya saja, pada The X Files, Spesial Agen Muder dan Scully (dan Spesial Agen Dodget) menyelidiki fenomena-fenomena dan kasus-kasus yang terjadi tanpa kesengajaan. Dan tidak semuanya berhubungan dengan sesuatu yang bersifat ilmiah. Dalam Fringe hampir setiap kasus, sampai saat ini, berada pada suatu pola tertentu. Dan hampir sepenuhnya dapat dijelaskan.

Kisah dimulai dengan adegan di dalam pesawat terbang komersil yang sedang mengudara ketika seluruh penumpangnya secara tiba-tiba diserang suatu virus yang menyerang tubuh dengan cara mengelupas kulit dan daging. Pesawat itu sendiri dilengkapi system autopilot yang lebih maju sehingga dapat mendarat dengan mulus sesuai rencana. Namun ketika pihak yang berwenang tiba, tidak ada satupun orang di dalam pesawat yang selamat. Penyelidikan selanjutnya membawa seorang agen FBI, John Scott, terpapar virus. Sang partner yaitu Olivia Dunham berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkannya.

Olivia kemudian menemukan bahwa satu-satunya harapan untuk menyelamatkan partnernya adalah Dr. Walter Bishop. Seorang ilmuwan jenius yang sudah dinyatakan tidak waras dan telah dirawat di RSJ selama 17 tahun. Dan untuk mengeluarkannya dari RSJ, Olivia membutuhkan bantuan dari Peter Bishop, anak laki-laki Walter. Perjalanan selanjutnya kemudian membawa Olivia Dunham kepada serangkaian kasus-kasus aneh yang nampaknya berhubungan dengan penelitian-penelitian Dr. Walter Bishop terdahulu.

Maka, siapakah Dr. Walter Bishop sebenernya? Continue reading “Fringe”

Advertisements

Best Villain I: Magneto, Josephine Leonides, dan The Joker.

10. Magneto (Max Eisenhardt, Magnus, Erik Lehnsherr, Deus Maximus)

Nama asli dari Mageto adalah Max Eisenhardt. Dia lahir pada tahun 1920, di keluarga yahudi kelas menengah. Pada masa Nazi berkuasa, keluarga Eisenhardt mengungsi ke Polandia namun tertangkap di sana, kemudian dijebloskan dalam kamp kosentrasi. Max satu-satunya yang selamat dari pembantaian dan bahkan berhasil melarikan diri bersama dengan Magda,  perempuan yang dicintainya. Tinggal di Auschwitz, Max merubah namanya menjadi Magnus. Sementara, hidupnya tenang bersama istri yang kemudian melahirkan seorang anak perempuan bernama Anya. Sampai suatu malam, ketika seorang mafia yang mengamuk membakar rumahnya dan membunuh puterinya. Marah atas kematian Anya, kekuatan Magnus meledak tak terkendali bukan hanya membunuh sang mafia, namun juga menghancurkan setengah kota dan isinya. Peristiwa ini membuat shock Magda yang kemudian kabur meninggalkan Max. Continue reading “Best Villain I: Magneto, Josephine Leonides, dan The Joker.”

The Magdalene Sister

Ada rasa nyeri yang saya rasakan persis sama dengan ketika menonton Dogville beberapa waktu yang lalu. Melihat seseorang begitu disiksa, tidak secara gagap dan ribut seperti kebiasaannya, namun dengan hening dan sunyi ketika tusukan itu masuk semakin dalam dan menyesakkan dada.

Saya ingat pertama kali melihat film ini beberapa tahun yang lalu bersama seorang sahabat sebagai bagian dari pesta kecil-kecilan kami tidur bersama di kediaman kecilnya. Sebuah pilihan yang gak matching menampilkan film ini sebagai pengantar cekakak tawa kami. Dan yang saya ingat hanyalah, ini film tentang biarawati dengan ada adegan kontes (maaf) bulu kelamin di dalamnya. Adegan yang mengagetkan yang membuat saya menyuruh kawan saya itu untuk menghentikan film dan menggantinya dengan sesuatu yang lain. Continue reading “The Magdalene Sister”