Euthanasia

When a patient in agony dies, then a doctor’s true calling implies. One should do what is best, at the patient’s request. For humane, quick and painless demise.

(Dr. Jack Kevorkian)

Saat akan menghadapi operasi besar beberapa saat yang lalu, saya berdoa panjang dengan sepenuh hati agar beneran dapat pingsan saat diberi obat bius. Saya sangat ketakutan. Dan itu pertama kalinya saya harus menghadapi bius total yang guobloknya, saya agak termakan dengan kisah-kisah di internet yang menyatakan bahwa ada sekian persen pasien yang sebenernya masih dapat merasakan saat sedang menjalani operasi besar. Merasakan sakit yang hebat, itu merupakan hal yang paling ditakuti. Karena itu William T. G. Morton dianggap memberikan hadiah yang besar kepada umat manusia saat beliau memperkenalkan anestesi kepada masyarakat. Continue reading “Euthanasia”

Advertisements

Santun, Galak, Monster, dan Malaikat

Whether I shall turn out to be the hero of my own life, or whether that station will be held by anybody else, these pages must show

Di sini ada Harry Potter dan Minerva McGonagal! Seperti yang di bukunya! Atau paling tidak, Harry Potter dan Minerva McGonagal sesuai bayangan saya saat membaca buku pertama Harry Potter. Dan di film inilah saya pertama kali melihat actingnya Daniel Radcliffe dan Maggie Smith yang masing-masing memerankan tokoh yang karakter yang rada-rada mirip. Daniel berperan sebagai anak yatim piatu yang menderita dibawah walinya, dan Maggie berperan sebagai seorang perempuan yang baik hati tapi galak dan tegas.
Bagi saya sendiri memang peran mereka masing-masing ini jauh lebih memuaskan dibandingkan peran mereka di HP yang pertama.

Ini masih Mini Seri dua episode dari BBC yang mengangkat salah satu kisah paling terkenal dari Charles Dickens.

Charles Dickens lagi?

Yahaha.. Soalnya tahun ini ada perayaan 200 tahunnya Charles Dickens. Maka, mari kita rayakan dengan mengingat karya-karyanya! Continue reading “Santun, Galak, Monster, dan Malaikat”

Les Aventures extraordinaires d’Adèle Blanc-Sec

Death is the only path that leads to birth ~ Adèle Blanc-Sec

Pernah baca komik tentang petualangan cewek yang namanya Adele Blanc-Sec? Saya belon pernah. Saya baru tahu mengenai orang ni dari film. Walaupun saya tahu ini cerita komiknya sering dibanding-bandingin sama Tintin, atau bisa dikatakan memang Tintin versi cewek. Sama-sama penulis dan petualang. Dan kali ini Adele nyusruk ke kompleks pemakaman mesir kuno, gak sengaja menculik burung purba yang dikejar-kejar aparat keamanan negara, menorobos penjara, masuk ke istana presiden, melarikan seorang terpidana mati, nyelundup ke museum Louvre dan menghidupkan segambreng mumi untuk….menyelamatkan dunia?

Bukaaaan…

Menyelamatkan satu cewek yang telah koma selama bertahun-tahun gara-gara…tusuk konde!

Najooong!!!! Continue reading “Les Aventures extraordinaires d’Adèle Blanc-Sec”

Drood

Our father love him but not me. And together they robbed me from every happines. The old man was a monster, but was the only human creature that ever loved me.

Siapa yang tidak tahu The Mystery of Edwin Drood? Saya kira para pembaca sastra klasik telah membaca, atau paling tidak tahu, karya Charles Dicken yang terakhir dan yang tidak selesai ini.

Jadi pada masa pemerintahan Ratu Victoria (1837-1901) adalah biasa sebuah karya diterbitkan sepotong-sepotong per-bab dan bukannya secara utuh satu buku. Ini agak beresiko mengingat, yaah, walaupun pada era ini kesehatan masyarakat dan khususnya dalam bidang sanitasi maupun pada teknologi kedokteran mulai terdapat kemajuan yang progresif (penemuan atau penggunaan anestasi secara luas memberi dampak besar pada kedokteran), namun bukan berarti sudah begitu baiknya seperti sekarang ini. Mulai merajalelanya penyakit yang diakibatkan begitu parahnya tingkat pelacuran dengan abainya masyarakat terhadap penggunaan pengaman (kondom) misalnya. Pada masa ini terjadi pembengkakan populasi perempuan (atau menurunnya jumlah laki-laki yang nampaknya sama dengan London saat ini yang konon satu laki-laki berbanding dengan empat perempuan) tentu saja tidak dibarengi dengan kebebasan mereka (perempuan) dalam memilih pekerjaan ataupun mendapatkan pendidikan yang layak. Atau begitu menyesakkannya revolusi industri yang membawa kemakmuran segelintir kaum kapitalis di satu sisi dan meledaknya kelas buruh kasar yang sama sekali tak terlindungi, juga penggunaan narkotika dan rokok sebagai gaya hidup yang kedua-duanya pada saat itu masih legal tanpa aturan apapun karena belum diketahui memiliki dampak kesehatan yang sungguh buruk.

Bayangkan, sampai mana usia hidup sehat masyarakat saat itu! Orang bisa mati kapan saja. Ditambah asap industri yang bersandar pada penggunaan batu bara.

Doh, ngebayanginnya meni udara sesek banget, ya.. Continue reading “Drood”