Life in Picture

The impossible cannot have happened, therefore the impossible must be possible in spite of appearances.

(Agatha Christie)

Pada tanggal 8 Desember 1926 Agatha Clarissa Miller Christie dikabarkan menghilang. Mobil beserta pakaian serta tas berisi barang-barang pribadinya ditemukan di pinggir danau tertinggalkan begitu saja. Satu-satunya penjelasan hanya sepucuk surat yang diperuntukkan kepada sekretaris pribadinya yang mengabarkan bahwa Ia akan pergi ke Yorkshire sendirian tanpa membawa puteri tunggalnya yang ditinggalkan begitu saja di rumah. Sang sekretaris tersebut juga merupakan orang yang terakhir melihat Agatha walaupun hanya sekilas saat beliau sedang mengendarai mobilnya menjauh dari rumah.

Beberapa jam sebelumnya, Agatha bertengkar hebat dengan suaminya, Archibald Christie (pilot angkatan udara Inggris), yang menyatakan dengan gamblang bahwa dia sedang menjalin hubungan dengan perempuan lain dan berencana ingin menikahi perempuannya. Dan untuk alasan itu maka Archibald memaksa istrinya untuk menandatangani surat cerai. Agatha menolak, Archibald marah dan pergi sembari mengatakan bahwa dia akan menghabiskan liburan di rumah selingkuhannya.

Saat itu Agatha sudah menjadi penulis terkenal, maka tentu saja semua pihak jadi ikut-ikutan repot. Polisi menyusuri sampai nyeplung danau segala untuk mencari kemungkinan jenazah yang tenggelam, pers gembira ria mengubek-ubek kediaman serta kehidupan pribadi Christie, bahkan dikabarkan dua penulis terkenal saat itu ikutan rusuh juga. Salah satunya adalah Sir Arthur Conan Doyle ‘pencipta’ Sherlock Holmes yang memang rada cenderung percaya hal-hal supernatural bahkan segala minta nasehat ahli nujum. Tapi nampaknya memang Agatha seakan ditelan bumi begitu saja, selama 11 hari.

Pada tanggal 19 Desember 1926, Agatha Christie ditemukan di sebuah hotel di Yokshire atas nama Mrs. Neele yang mengaku berasal dari Cape Town, Afrika Selatan. Suaminya kemudian menjemput, dan membawanya pulang.

Mengenai insiden ini, banyak pihak berspekulasi. Kebanyakan menganggap bahwa ini hanya upaya seorang penulis demi publisitas yang semakin besar. Satu-satunya keterangan yang diberikan oleh Archibald Christie saat itu adalah bahwa istrinya tidak tahu siapa dirinya sendiri dan tidak mengenali suaminya saat mereka bertemu. Namun karena selama 11 hari tersebut semua telunjuk mengarah kepada Archibald atas tuduhan kemungkinan pembunuhan terhadap istrinya, maka sebagian pihak percaya bahwa ini adalah pembalasan Agatha atas upayanya untuk mempermalukan suaminya.

Jadi apa yang sebenernya terjadi?

A woman who never gave interviews, and who didn’t go on a single book-signing tour, became the most-read author in the world (Mathew Prichard speak about Agatha Christie)

Biopic BBC Agatha Christie’s Life in Picture (2004) mencoba untuk menggambarkan kejadian itu berdasarkan petikan-petikan wawancara dan catatan psikolog yang menangani Agatha beberapa saat kemudian. Berdasarkan wawancara mungkin memang tidak begitu banyak yang dapat diambil kecuali hanya penggambaran tentang kisah cinta dan masa lalu Agatha bersama Archibald, juga kisah-kisah awalnya sebagai penulis. Agatha  tidak pernah mengungkapkan apa yang sebetulnya terjadi saat itu, disamping beliau pun dikenal sebagai pribadi yang tertutup, kikuk, yang selalu tidak nyaman untuk berbicara di hadapan orang banyak. Tertutupnya nampaknya rada parah juga sebab beliau digambarkan selalu memakai topi yang hampir menutupi separuh wajahnya.

Pada awal karirnya sebagai penulis bahkan beliau tidak pernah tampil  tanpa memegang erat tangan suaminya pada saat dia berbicara kepada wartawan yang mewawancarainya. Itu juga dia jawab pertanyaan masih sambil gemeteran. Sampai akhir karirnya nampaknya keadaan itu tidak berubah. Digambarkan pula pada biopic ini bahwa pada saat perayaan karyanya yang paling terkenal, dan merupakan karyanya yang pertama-tama, yaitu The Mouse Trap, beliau yang merupakan tamu istimewa sempat ditolak oleh penjaga gedung karena disangka pengunjung yang datang terlalu awal. Dan bukannya dengan gamblang menyatakan diri bahwa dialah Sang Tamu Istimewa tersebut, ini orang malah mundur dan pergi dalam diam. Dan saat tamu mulai berdatangan, dia kembali, hanya untuk duduk di pojokan sendiri termangu mengunyah kue sambil memperhatikan orang-orang yang berbicara satu sama lain.

Paraaaah!

Sebelumnya yaitu pada tahun 1979 sempat pula dirilis film drama berjudul Agatha yang berdasarkan dari cuplikan 11 hari menghilangnya Agatha Christie ini yang tentunya versi ini lebih mendramatisir dan agak ribet juga untuk dipercaya mengingat bahwa memang catatan mengenai ini tidak pernah diungkapkan baik oleh Agatha maupun Archibald. Bahkan sang psikiater yang menangani Agatha pasca menghilang beliau ini tidak juga diungkapkan namanya. Dalan suatu wawancara, Agatha pernah mengatakan bahwa orang yang diberitahu dan diberi kepercayaan untuk mengungkapkan apa yang terjadi pada saat itu adalah Sir Max Mallowan, suami keduanya yang seorang arkeolog. Namun Max Mallowan pun tidak pernah mengungkapkannya baik pada saat Agatha masih hidup maupun setelah meninggal dunia, sampai akhir hayatnya. Jadi ini masih misteri.

Dalam Agatha, Mrs. Christie yang sedang patah hati saat itu pergi dari rumah tanpa tahu arah mau kemana dan setelah sampai di pinggir danau, mendadak dia tinggalkan mobil dan barang-barangnya untuk pergi menuju sebuah hotel dimana dia tahu kalau selingkuhan suaminya sedang menghabiskan liburan. Menyamar sebagai orang lain, Agatha merasa cukup aman untuk melakukan riset kecil-kecilan yang penonton kira pada awalnya adalah dalam rangka mencari cara membunuh yang lebih okeh sebagai bahan kisah novelnya yang selanjutnya. Lambat laun mulai terungkap bahwa riset ini adalah ide brilyannya untuk menyerang selingkuhan suaminya. Caranya yaitu dengan melakukan pembunuhan terhadap dirinya sendiri yang dirancangnya sedemikian rupa agar selingkuhan suaminyalah yang akan menjadi tertuduh tunggal.

Wheeeew, jangan main-main Lo sama penulis cerita kriminal!

Dalam Agatha (1979) juga diungkapkan bahwa Mrs. Christie ini sebenernya tidak keberatan suaminya selingkuh. Walaupun merasa sakit karena dikhianati, namun dia tetap sangat mencintai suaminya. Jadi masalah yang besar saat ketakutannya terdalam, yaitu prospek bakal ditinggalkan oleh suaminyalah yang membuatnya depresi dan melakukan hal-hal seperti itu.

Pada biopic BBC tahun 2004 tidak dikisahkan drama mau ngebunuh dirinya sendiri segala. Bahkan tidak dikisahkan pula kalau beliau menetap di satu hotel yang sama dengan selingkuhan suaminya (Karena toh ntu orang kan lagi bersama suaminya, yaa..) Agatha Christie yang sedang dalam tertekan berat selepas wafatnya sang ibu kandung dan kenyataan akan dicerai oleh suaminya ini nampaknya hanya ingin pergi dari rumahnya untuk menenangkan diri, namun tanpa diduga terjadi kecelakaan kecil yang menyebabkan cedera di kepala. Beliau tidak mengetahui siapa dirinya dan benar-benar percaya bahwa dia adalah Mrs. Neele (mungkin tokoh ini lagi dipikirin kali, ya, sebagai tokoh bukunya selanjutnya), seorang janda yang baru saja kehilangan puteranya dan sedang dalam perjalanan untuk berlibur ke Yorkshire.

Pada sesi terapi psikologis yang menggunakan teknik hipnotis, Agatha menyatakan bahwa dia bahkan membaca dan merasa prihatin sekali atas berita heboh di koran tentang menghilangnya Sang Penulis kenamaan tanpa sadar bahwa si penulis itu adalah dirinya sendiri. Bagaimanapun akhir dari kisah ini adalah seperti semua orang tahu, membuat Archibald sangat marah dan menolak percaya bahwa Agatha memang kehilangan sebagian ingatan, kemudian memutuskan untuk meninggalkannya pada saat itu juga.

Bagi Agatha nampaknya ini menjadi titik jatuhnya yang terdalam, karena setelah kepergian suaminya, dan berakhir masa patah hatinya tentu, justru dia seakan menemukan dirinya yang independen. Beliau mulai berani untuk melakukan petualangan ke negara-negara timur jauh sendirian yang pada akhirnya akan lebih mewarnai karya-karyanya. Dalam salah satu petualangannya ini pula nanti beliau akan bertemu dengan seorang arkeolog muda di Mesir yang menjadikannya sahabat, istri, dan asisten penelitiannya sampai akhir hayatnya.

Advertisements

4 thoughts on “Life in Picture

  1. I rarely leave a response, but i did a few searching and wound up here Life in Picture « percakapan beberapa hari yang lalu.
    And I do have 2 questions for you if it’s allright. Is it just me or does it look as if like some of these remarks appear as if they are written by brain dead visitors? 😛 And, if you are posting on additional online social sites, I would like to follow everything new you have to post. Could you list of all of your communal pages like your Facebook page, twitter feed, or linkedin profile?

  2. Howdy, I do think your web site might be having browser compatibility issues.
    When I take a look at your site in Safari, it looks fine however, when
    opening in Internet Explorer, it’s got some overlapping issues. I just wanted to give you a quick heads up! Apart from that, excellent website!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s