Neither Here or Nor There

In this game of skill one must have above all else, Patience. The board changes, but very slowly. The art of chess, the art is knowing when a piece is most valuable and then, in that very moment, being willing to sacrifice it. For in the vacuum created by the loss of what is most precious, opportunity abounds, influences maximize, and desire becomes destiny. For example, on this board, the most valuable piece is the bishop. Therefore, for the game to be won..

William Bell

Peringatan Spoiler!

Pada pertengahan season keempat ini, saya mulai mengisyafi kesalahan saya memandang dan kenapa saya rada kecewa dengan serial Fringe ini: karena saya ngotot pengen liat Fringe jadi kayak serial The X Files. Padahal dari awal memang kisahnya berbeda. Memang sih pada awalnya seakan mirip, yaitu mengenai kasus-kasus aneh yang musti ditangani oleh FBI. Maka kemudian saya merasa sewot sendiri karena kok akhir-akhirnya ini kasus-kasus ngurusin hal-hal yang itu-itu terus. Okeh, terkadang pembukaannya cukup mendelikkan mata yang membuat kita kembali terhempas dengan kenyataan bahwa ujung-ujungnya ya ke alternative world lagi. Karena memang toh divisi Fringe ini sendiri ya emangnya dibentuk dengan maksud untuk menangani kasus mengenai alternative world ini.

Atau begitulah yang saya pahami sampai sejauh ini. Continue reading “Neither Here or Nor There”

Advertisements

Neither Here or Nor There

In this game of skill one must have above all else, Patience. The board changes, but very slowly. The art of chess, the art is knowing when a piece is most valuable and then, in that very moment, being willing to sacrifice it. For in the vacuum created by the loss of what is most precious, opportunity abounds, influences maximize, and desire becomes destiny. For example, on this board, the most valuable piece is the bishop. Therefore, for the game to be won..

William Bell

Peringatan Spoiler!

Pada pertengahan season keempat ini, saya mulai mengisyafi kesalahan saya memandang dan kenapa saya rada kecewa dengan serial Fringe ini: karena saya ngotot pengen liat Fringe jadi kayak serial The X Files. Padahal dari awal memang kisahnya berbeda. Memang sih pada awalnya seakan mirip, yaitu mengenai kasus-kasus aneh yang musti ditangani oleh FBI. Maka kemudian saya merasa sewot sendiri karena kok akhir-akhirnya ini kasus-kasus ngurusin hal-hal yang itu-itu terus. Okeh, terkadang pembukaannya cukup mendelikkan mata yang membuat kita kembali terhempas dengan kenyataan bahwa ujung-ujungnya ya ke alternative world lagi. Karena memang toh divisi Fringe ini sendiri ya emangnya dibentuk dengan maksud untuk menangani kasus mengenai alternative world ini.

Atau begitulah yang saya pahami sampai sejauh ini. Continue reading “Neither Here or Nor There”

Psychoville

Silence in the courtroom, silence in the street, the biggest twit in England is just about to speak.
Silence in court, the judge is dead. Somebody trumped and blew off his head.

Okeh, keliatan banget dari cover DVD-nya kalo ini bukan drama yang serem-serem banget bukan? Bahkan judulnya aja udah bikin nyengir duluan. Tapi ini juga bukan drama lucu-lucuan doang. Yah, walaupun cukup lucu dan mengasyikan juga. Tapi rada saddis pula, jek!

Seperti tagline-nya. Ini  dark-comedy. Maka yang dimaksud lucu disini bukanlah gaya ngocol ala Sule dkk yang seneng timpuk-timpukan dan ngetawain orang ngompol, bukan juga lucunya ala film pelesetan amrik yang seneng banget porno-pornoan. Lucu yang lebih ke ironi saat kita ketawa pada saat yang sama merasa miris atau sedih. Continue reading “Psychoville”

Welcome to Republic City

Fire is element of power. The people of the Fire Nation have desire and will, and the energy and drive to achieve what they want. Earth is the element of subtance. The people of the Earth Kingdom are diverse and strong. They are persistent and enduring. Air is the element of freedom. The Air Nomands detached themselves from wordly concern and found peace and freedom. Also they apparently had pretty good sense of humor! Water is the element of change. The people of Water Tribe are capable of adapting to many things. They have deep sense of community and love that hold them together through anything.
(Jenderal Iroh, Avatar the Last Airbender)

Perang seratus tahun demi menaklukan seluruh dunia sudah berakhir. Raja Api Ozai sudah kalah. Penerusnya yaitu Raja Api Zuko sama sekali tidak berniat untuk meneruskan invasi seluruh dunia yang dimulai pada era kakeknya tersebut. Sebaliknya, bersama sahabatnya, Avatar Aang, dia berusaha mengembalikan dunia kembali kepada kedamaian dan hubungan yang baik antara empat negara. Keempat negara ini kemudian membentuk United Republic of Nation dengan ibukotanya yaitu Republic City. Pada era kedamaian dan persahabatan ini, kemajuan dicapai sangat progresif. Tujuh puluh tahun kemudian, Korra, Avatar setelah Aang tiba di Republic City. Tentu saja, tantangan yang baru akan segera datang kepadanya. Continue reading “Welcome to Republic City”